Page 1 of 5112345...102030...Last »

Klasifikasi Servis Citra Landsat Untuk Membuat Peta Penutup Lahan

Proses klasifikasi citra melibatkan konversi citra dengan banyak saluran menjadi satu file raster dengan sejumlah kelas kategori yang terkait dengan berbagai jenis penutup lahan.

Terdapat dua cara untuk mengklasifikasikan citra dengan beberapa saluran, klasifikasi tersupervisi atau tanpa supervisi. Metode klasifikasi tersupervisi mengkelaskan citra berdasarkan pengenalan spektral (nilai reflektan) yang didapatkan dari sample piksel ( poligon yang merepresentasikan sampel area untuk setiap jenis tutupan lahan yang berbeda). Sampel ini dikoleksi secara manual dan analisa citra digunakan untuk menghitung klasifikasi citra. Dengan metode klasifikasi tanpa supervisi, software secara langsung menghitung kelas spektral tanpa intervensi dari si analis. Ketika kluster atau kelompok ditemukan, langkah selanjutnya adalah identifikasi.

Baca Selengkapnya

Menggunakan Landsat Untuk Studi Perubahan Penutup Lahan

Citra Landsat dapat digunakan untuk membuat peta penggunaan/penutup lahan, perubahan daerah perkotaan, perubahan hutan, dan studi fenomena lingkungan lainnya. Pada kesempatan ini, akan didiskusikan penggunaan Landsat untuk perubahan lanskap dengan m,enambahkan servis komposit ke dalam sesi ArcMap dan menggunakan fitur waktu.

Baca Selengkapnya

Mengisi Gap Landsat dengan ENVI dan Plugin Landsat_gapfill.sav

Pada tanggal 31 Mei 2003, sensor Landsat 7 Enhanced Thematic Mapper (ETM) rusak di bagian sensor Scan Line Corrector (SLC).  Sejak saat itu setiap citra Landsat ETM mempunyai celah di setiap scenenya yang mengakibatkan 22% data hilang. Citra ini dinamakan L7 SLC-off dan dapat didownload di Glovis.

Scaramuzza, et al (2004) mengembangkan teknik yang dapat digunakan untuk mengisi daerah kosong pada data dari data landsat lainnya. Transformasi linear diaplikasikan untuk mengisi citra, menyesuaikan berdasarkan standar deviasi dan nilai rerata tiap saluran, tiap scene.  Detail teori dapat dilihat di artikel USGS “SLC Gap-Filled Products, Phase One Methodology“.

Baca Selengkapnya

Generalisasi di GIS

Kembali ke materi dasar, terkait dengan generalisasi, salah satu konsep yang tidak terpisahkan dalam membangun data spasial.

Generalisasi di ArcGIS

Tergantung dengan apakah akan melakukan generalisasi data vektor atau raster, terdapat beberapa tool untuk melakukan generalisasi di ArcGIS. Terdapat set di dalam toolboks Spatial Analyst yang memungkinkan penggunaaan beberapa metode generalisasi pada data raster. Tool generalisasi dibagi menjadi tiga kategori : Pengelompokan zona data (Nibble, Shrink, Expand, Region Group, dan Thin), menghaluskan pinggir data (Boundary Clean dan Majority Filter), dan menurunkan resolusi (Aggregate). Untuk data vektor, terdapat tool generalisasi di toolset Editing yang menggunakan algoritma Douglas-Peucker untuk menyederhanakan garis. Untuk metode tambahan dapat menggunakan tool generalisasi di toolset Cartography untuk menurunkan resolusi atau menyederhanakan data vektor, yang ditujukan untuk kartografi tentunya.

Baca Selengkapnya

Konversi Data Klasifikasi ENVI Menjadi Shapefile

Ketika sebuah klasifikasi telah selesai dilaksanakan, misalnya penutup lahan di ENVI, biasanya pekerjaan selanjutnya adalah membuka file itu di ArcGIS. Jika terdapat file dengan ekstensi “.DAT” sebagai bagian dari nama file, ini bisa langsung dibuka di ArcGIS. yang perlu diperhatikan adalah file ini adalah raster 8 bit yang tidak mempunyai atribut gambar vektor di ArcGIS, jadi tidak bisa digunakan untuk memilih berdasarkan atribut (Query), clip dan buffer data lain, perlu dilakukan konversi dari data raster ke shp.

Baca Selengkapnya

Page 1 of 5112345...102030...Last »